Menunggu
Saban hari aku mulai menanti hadirmu kembali,
Saat seperti dulu kamu pernah tertawa dengan lawak yang tak seberapa,
Saat itu aku mulai kenal rasa apa erti bahagia,
Hari terus silih berganti,
Masih tetap menanti.
Kasih,
Apa masih punya kesempatan untuk kita bersama?
Atau apa ini satu garisan penamat yang telah lama memikul penat,
Tuhan,
Apa masih aku perlu menunggu?
Terus menunggu dan tunggu hingga tanpa titik noktah,
Atau apa perlu ku tabah dan terus saja berjalan memijak serpihan kaca,
Kaca yang bakal hancur mungkin
Comments
Post a Comment